Kamis, 22 April 2010

Helm Keselamatan atau logo SNI ?

share to fb

Kenapa Helm Arai, Nolan, Shoei dan Kawan2 belum SNI ?






Helm Schubert – Helm standard F1 dan diklaim memiliki kwalitas terbaik di Dunia sebagai helm Touring (Belum SNI)

Tulisan “SNI” Embos otomatis merusak Warranty


Jika kita membeli helm seperti Arai, Nolan, Shoei hingga Schuberth yang kita dapatkan tidak cuma Helm dan bungkusnya. Tetapi juga beberapa buku dan lembar brosur. Nah didalam buku tersebut tertera beberapa hal, antara lain petunjuk pemakaian, perawatan hingga kehilangan jaminan Warranty dari pabrik maupun dari lembaga pemberi sertifikasi antara lain Snell & DOT.
Nah jika kita bicarapenyebab  hilanganya Waranty dan sertfikasi pada helm tersebut antara lain melakukan modifikasi pada helm, penggunaan helm tidak sesuai tempatnya ataupun melakukan sesuatu yang secara langsung dan tidak langsung dapat merubah konsturksi helm dant termasuk didalamnya pengembosan !



 Manusia tercepat di bumi dengan sepeda motor mempercayakan pada produk AGV yang belum SNI

Pemasangan SNI pada produknya secara tidak langsung merusak image mereka

Standar uji kelayakan SNI jelas berada jauh dibanding sertifikasi Snell ataupun DOT yang telah diakui secara internasional dan FIM. Produk yang mendapatkan sertifikasi Snell – DOT pasti akan lulus jika diuji berdasarkan standarisasi SNI, sebaliknya bisa dibilang helm dengan standar SNI belum tentu lulus sertifikasi Snell-DOT. Sehingga bagi pabrikan seperti Arai, Xlite ataupun Shoei , sangat masuk akal bila mereka menolak Sertifikasi & logo SNI disamakan dengan sertifikasi yang mereka miliki. Pasalnya bisa saja konsumen mereka di luar indonesia menganggap kwalitas produk mereka hanya berdasarkan SNI atau bahkan mereka mendapati rumor bahwa mereka memiliki dua standar produksi. Nah daripada repot dikemudian hari,  mereka akan dengan senang hati menolak logo SNI di embos pada produk mereka.


Jorge Lorenzo tidak takut kepalanya benjol meski hobi jumpalitan karena terlindung helm X-Lite (Belum SNI)


Pasar Sempit, Syarat “njelimet” dan resiko kehilangan hak intelektual

Faktor lain yang membuat helm kwalitas bintang 5 tersebut menolak produknya di pasangin logo SNI adalah karena pasar indonesia begitu kecil, sehingga mereka tidak akan buang waktu menyiapkan produk dengan label SNI khusus untuk pasar indonesia. Belum lagi birokrasi di indonesia yang terkenal sangat njilmet dan keharusan produsen memberikan formula termasuk komposisi campuran bahan kepada lembaga sertifikasi SNI. Jujur sudah rahasia umum bila formula tersebut akan jatuh kepada produsen lain untuk kemudian ditiru. Ingat jangankan hak kekayaan intelektual perusahaan yang tidak aman kekayaan budaya bangsa saja tidak dipedulikan kecuali jika sudah dirampas oleh negara lain.


Menurut aturan,  menggunakan helm Arai, Xlite atau Nolan adalah Ilegal . Tapi helm Half Face yang terbuat dari fiberglas  atau plastik KW III dan busa jok ini boleh digunakan karena sudah SNI

Jadi Intinya Keselamatan atau logo SNI ?

ini yang sering jadi topik pembicaraan. Sebenarnya apa yang ingin dilakukan pemerintah terhadap pengguna sepeda motor?  Memakai helm dengan logo SNI atau memakai helm dengan yang seaman mungkin ? Akan sangat lucu (dan pasti terjadi) bila nanti melihat pengedara motor menggunakan Helm Arai RX-7 seharga 7 juta ditilang, sementara pengendara lain yang menggunakan helm half face yang terbuat dari fiberglas dan busa tipis seharaga 120.000 dibiarkan lewat hanya karena memiliki logo SNI. Nggak heran negara ini nggak maju-maju :( 


sumber : http://ducatimonster.wordpress.com/2010/03/18/kenapa-helm-arai-nolan-shoei-dan-kawan2-belum-sni/  

Tips gampang cegah kangker payudara
Description: Helm Keselamatan atau logo SNI ? Rating: 4.5 Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Helm Keselamatan atau logo SNI ?

Selasa, 23 Maret 2010

google china

share to fb GOOGLE CHINA





Google berhenti melakukan sensor di China dan menggeser mesin pencarinya. Manuver itu untuk menyiasati aturan dan mendapat keuntungan di pasar yang eksplosif negara itu.

Keputusan itu muncul setelah antara perusahaan internet paling kuat di dunia itu dengan pemerintah dengan negara yang penduduknya paling padat itu menemui jalan buntu.

Masih belum jelas apakah solusi Google itu akan memecahkan kebuntuan yang dimulai sejak 12 Januari, ketika Google menyatakan tidak akan mematuhi lagi persyaratan pemerintah China dengan menghilangkan beberapa hasil pencarian di internet.

Pengunjung ke layanan lama Google China, Google.cn kini diarahkan ke layanan berbahasa China yang berbasis di Hong Kong, di mana Google tidak menyensor hasil pencarian.

Halaman Hong Kong itu digembar-gemborkan saat terjadi pergeseran pada Senin (22/3) dengan tulisan "Selamat datang di rumah baru Google Search di China."

Situs ini juga mulai menampilkan hasil pencarian dalam karakter China yang disederhanakan dan digunakan di daratan China.

Namun hasil pencarian tidak semua dapat diakses di China, karena filter pemerintah negara itu membatasi link yang dapat diklik.

Google berencana untuk tetap mempertahankan insinyur dan kantor pemasaran di China dan terus menjual iklan dari mesin pencari versi bahasa Chinanya. Perusahaan yang berbasis di Mountain View itu juga berniat akan terus menawarkan layanan pemetaan dan layanan musik di Google.cn.

Tetapi pemberontakan melawan sensor itu bisa mengancam pertumbuhan Google, terutama jika China membalas dengan membuatnya lebih sulit bagi perusahaan itu untuk melakukan bisnis di negara itu.

Pemerintah China dapat bereaksi dengan memblokir akses ke layanan Google, seperti dengan benar-benar mematikan Facebook, Twitter dan YouTube yang juga dimiliki oleh Google.

Dalam sambutannya yang ditulis oleh media pemerintah China, seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya dari Kantor Informasi Dewan Negara mengatakan Beijing "menentang tanpa kompromi" langkah yang dilakukan Google.

"Ini benar-benar salah," kata pejabat itu kepada kantor berita resmi Xinhua.

bagi yang mau mencoba google hongkong hih klik : http://www.google.com.hk/



nih google bajakan "namanya juga china"


 yang mau mencoba tinggal klik aja gambarnya. Description: google china Rating: 4.5 Reviewer: Unknown - ItemReviewed: google china

Senin, 22 Maret 2010

baby killer

share to fb 'Baby Killer' Yelled At Bart Stupak During Health Care Debate (VIDEO)

Perdebatan perawatan kesehatan yang ditandai oleh episode buruk, Minggu malam ketika sebuah suara di sisi Republik DPR berteriak "pembunuh bayi" di Stupak Bart Rep.

Stupak - seorang pemimpin anti-aborsi di kalangan Demokrat - berbicara pada waktu itu bertentangan dengan sebuah mosi untuk komitmen Partai Republik yang akan ditambahkan teks yang disebut Amandemen Stupak Demokrat 'rekonsiliasi tagihan.

Wartawan di ruang DPR mengatakan "pembunuh bayi" berteriak sepertinya datang dari kelompok pembuat undang-undang yang mencakup Rep John Campbell (R-Calif.), tapi dia bilang itu bukan dia. "Saya tidak berpikir yang tepat sama sekali," kata Campbell politik.

Campbell mengatakan suara itu datang dari lantai - dari seseorang yang berada di belakangnya dan ke kiri. "Beberapa orang tahu siapa itu tapi tidak akan mengatakan," ia menambahkan.

Kemudian, dia mengatakan kepada wartawan bahwa ia berpikir suara milik salah satu Republik Texas duduk di belakangnya. "Orang-orang yang mengetahui tidak akan menyerah," katanya kepada wartawan. "Aku tidak pengecoran dispersi pada negara."

Texas Rep Joe Barton dari Partai Republik mengatakan dia mendengar teriakan tapi tidak akan mengatakan siapa yang bertanggung jawab.

"Aku bisa menerka-nerka," Barton kepada wartawan.

Rumah Ketua Komite Alokasi David Obey (D-Wis.), yang berada di kursi pada saat itu, mengatakan ia melihat seorang anggota parlemen Republik berteriak "pembunuh bayi" - tetapi dia tidak mau bilang siapa dia, baik.

"Saya rasa anggota memiliki hak untuk membuat diri mereka sendiri idiot sekali tanpa terkena," katanya.

House Financial Services Committee Chairman Barney Frank (D-Mass.), yang menjadi sasaran anti-gay julukan dari protestor Sabtu, mengatakan "pembunuh bayi" berteriak menunjukkan persekutuan yang erat antara Partai Republik dan beberapa sekutu yang paling ekstrem di kesehatan berperang.

"Perbedaan antara beberapa dari Partai Republik dan beberapa pengikut parau mereka muncul untuk menjadi, sayangnya, mengurangi," kata Frank. "Jelas, itu bukan seluruh partai, tapi ada kecenderungan yang mengganggu melupakan kesopanan."

Republik Reps. Michele Bachmann dan Tom Price mengatakan mereka percaya suara datang dari galeri dan bukan dari anggota parlemen. Harga menolak mengatakan apakah komentar yang tidak pantas.

Tapi Iowa Rep Republik Steve King - tidak dikenal kata mince menyerang Demokrat - mengatakan ia tidak setuju dengan "pembunuh bayi" berteriak. "Ada banyak kata lain aku akan digunakan - bukan itu," katanya.

Kasie Hunt berkontribusi pada cerita ini.



Read more: http://www.politico.com/news/stories/0310/34782.html # ixzz0itmJ3sz9 Description: baby killer Rating: 4.5 Reviewer: Unknown - ItemReviewed: baby killer

Entri Populer

Top Comment :
javascript:void(0)